Sabtu, 02 Juni 2012

Perancangan Media Pembelajaran PAI Materi Haji dan Umrah


TUGAS MANDIRI “Perancangan Media
Mata Kuliah  “MEDIA PEMBELAJARAN”
Dosen Pemngampu : DR. INDRATI KUSUMANINGRUM, M. Pd


PENGGUNAAN MEDIA VIDEO/POWER POINT
DALAM PEMBELAJARAN HAJI DAN UMRAH
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM KELAS IX SEMESTER 5
PADA SMP NEGERI 1 KERITANG






PENGGUNAAN MEDIA VIDEO/POWER POINT
DALAM PEMBELAJARAN HAJI DAN UMRAH
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM KELAS IX SEMESTER 5
PADA SMP NEGERI 1 KERITANG


BAB  I
PENDAHULUAN
 
A.  TEORI-TEORI BELAJAR DAN PEMBELAJARAN
            Belajar (learning) adalah “perubahan terus menerus dalam kemampuan yang berasal dari pengalaman pebelajar dan interaksinya dengan dunia” (Driscoll, 2000).  Belajar merupakan pengembangan dari pengetahuan, keterampilan, atau sikap yang baru ketika seseorang berinteraksi dengan informasi dan lingkungannya.
            Menurut perspektif Kognitifisme, belajar adalah bagaimana orang berfikir, menyelesaikan masalah sebagai respon dari lingkungannya. Kognitifisme, memberikan kontribusi dengan menciptakan model tentang bagaimana pebelajar menerima, memproses dan merekayasa informasi yang diterima. Menurut teori Kognitivisme, informasi yang diterima dan disimpan dalam ingatan jangka pendek akan diulang-ulang hingga akhirnya siap untuk disimpan dalam ingatan jangka panjang. Jika informasi tersebut tidak diulang-ulang, maka ia akan memudar dari ingatan jangka pendek. Para pebelajar kemudian menggabungkan informasi dan keterampilan dalam memori jangka panjang untuk mengembangkan strategi kognitif, atau keterampiulan untuk mengatasi tugas-tugas yang rumit. Para kognitivis memiliki persepsi lebih luas tentang pembelajaran dari pada kaum behavioris.
            Dalam perspektif Behavioris, belajar ditandai dengan adanya perubahan tingkah laku. Skinner (salah satu pendukung behaviorisme) memperlihatkan bahwa penguatan, atau memberi ganjaran pada respons yang diinginkan, dapat membentuk pola perilaku organisme. Ia mendasarkan teori belajarnya yang dikenal sebagai teori penguatan. Hasil dari pola belajarnya tersebut adalah kemunculan pembelajaran terprogram yang belakangan berkembang menjadi pembelajaran berbantuan komputer.
            Belajar sesungguhnya tidak saja tertumpu dan berada dalam kawasan/ranah kognitif, tetapi juga pada aspek dan ranah lainnya. Setidaknya ada tiga ranah utama belajar, yaitu kognitif, afektif, dan kemampuan motorik :
·         Ranah Kognitif. Dalam ranah Kognitif, belajar menggunakan serangkaian kemampuan intelektual yang dapat dikelompokkan menjadi informasi verbal/visual atau keterampilan intelektual. Belajar verbal/visual biasanya melibatkan pengingatan atau pengingatan kembali fakta atau informasi.
·         Ranah Afektif. Ranah afektif melibatkan sikap, perasaan, dan nilai-nilai. Tujuan afektif meliputi menstimulusi minat, mendorong berprilaku yang baik dan beretika.
·         Ranah Psikomotorik. Dalam ranah kemampuan motorik, belajar melibatkan keterampilan fisik, mulai dari motorik sederhana sampai kepada motrik yang kompelks.
Untuk merangsang pebelajar agar belajar, perlu diciptakan melalui penyusunan pengalaman yang membantu pebelajar meraih perubahan kemampuan yang diinginkannya. Inilah  fungsi pengajaran dan pembelajaran. Gagne menjelaskan pengajaran sebagai sekumpulan kejadian yang bersifat eksternal bagi para pebelajar yang dirancang untuk mendukung proses internal belajar (Gagne, 1985). Dengan demikian, pengajaran merupakan penyusunan informasi dan lingkungan untuk memudahkan belajar. 
        
B.  TEORI-TEORI MEDIA
            Media, merupakan bentuk jamak dari medium yang berarti perantara. Istilah ini merujuk pada apa saja yang menjembatani/mengantarai antara sumber atau pemberi informasi dengan penerima informasi. Ada enam kategori dasar media, yaitu teks, audio, visual, video, perekayasa (manipulative), dan orang (nara sumber).
Dari berbagai defenisi media, dapat disimpulkan bahwa media adalah sesuatu yang bersifat menyalurkan pesan dan dapat merangsang pikiran, perasaan, dan kemauan audien (siswa) sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar pada dirinya. Penggunaan media secara kreatif akan memungkinkan audien (siswa) untik belajar lebih baik dan dapat meningkatkan performan mereka sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.

BAB  II
ANALISIS KELAS (DALAM PENDEKATAN ASSURE)

A.  ANALISIS PEBELAJAR
1.  Karakteristik Umum.
            Para siswa kelas IX SMP Negeri 1 Keritang semuanya beragama Islam, dengan latar belakang berbagai macam suku dan budaya, dan rata-rata berasal dari lingkungan keluarga menengah ke bawah. Dari segi gender, mereka terbagi merata, berusia antara 14 hingga 16 tahun. Secara umum para siswa memiliki kemampuan dasar membaca al Quran yang merata, sekitar 5-8 orang saja yang memiliki kemampuan di atas rata-rata.
            Dari latar belakang pendidikan, umumnya para siswa bearasal dari Sekolah Dasar, hanya 4 orang siswa saja yang berasal dari Madrasah Ibtidaiyah. Para siswa tersebut berkelakuan baik, tetapi kecendrungan mereka agak gelisah dan kurang fokus pada pelajaran pada jam pelajaran akhir (siang), sementara pelajaran pendidikan Agama seringnya pada jam-jam pelajaran akhir.
2.  Kecakapan Dasar
            Siswa kelas IX SMP Negeri 1 Keritang, secara umum telah memiliki kecakapan/pengetahuan dasar pendidikan agama Islam, seperti kemampuan membaca al Quran, pengetahuan tentang sifat-sifat Allah, asmaul husna, tata cara bersuci, syarat dan rukun shalat, dan juga zakat serta puasa. Pengetahuan dasar pendidikan agama islam tersebut, dapat mereka fahami dan aplikasikan, karena disamping telah mereka praktikkan dalam kehidupan sehari-hari di sekolah dan di rumah, akan tetapi pengetahuan yang juga mereka terima sejak SD dan MI tersebut seringkali mereka lihat dan saksikan dalam praktik sehari-hari di tengah masyarakat.
            Namun untuk materi ibadah haji dan umrah, para siswa umunya hanya sebatas pengetahuan informative yang bersifat umum dan garis besarnya saja, karena tidak ada satu siswa pun yang sudah mengerjakan ibadah haji dan umrah.
3.  Gaya  Belajar
            Siswa kelas IX SMP Negeri 1 Keritang memiliki minat dan tingkat motivasi belajar yang masih cukup rendah. Hal ini dikarenakan sebagian besar guru mengajar masih bersifat konvensional, dengan banyak ceramah, mencatat dan kurang variatif dalam metode, strategi dan media belajar. Dalam pembelajaran dengan Tanya jawab-pun, secara umum mereka juga kurang termotivasi, bahkan dengan metode diskusi juga terkadang tidak berlangsung sesuai dengan yang diharapkan. Tingkat minat dan motivasi mereka cukup meningkat ketika mereka diberikan pembelajaran yang variatif dengan menggunakan media dan metode pembelajaran yang baru dan menyenangkan seperti melalui media radio, televisi atau video.
            Para siswa kelas IX SMP Negeri 1 Keritang sebenarnya punya gaya belajar yang beragam, akan tetapi ketika digunakan media audio visual, seperti video dan power point, umumnya para siswa lebih tertarik dan memiliki tingkat motivasi dan perhatian yang lebih dari pembelajaran konvensional biasanya. Hal ini terjadi karena pembelajaran melalui media audio visual adalah sesuatu yang baru dan masih asing bagi mereka dalam pembelajaran. Disamping itu secara umum para siswa memiliki kebiasaan menonton televisi yang cukup tinggi.

B.  TUJUAN DAN STANDAR
1.  Standar Kompetensi : Memahami hukum Islam tentang Haji dan Umrah
2.  Kompetensi Dasar :  -  Menyebutkan pengertian dan ketentuan haji dan umrah
                                       -  Memperagakan pelaksanaan ibadah haji dan umrah
3.  Tujuan Pembelajaran :
Setelah mempelajari materi ini diharapkan : 
v  Siswa dapat menjelaskan pengertian, hukum, syarat-syarat, rukun, dan  wajib haji dan umrah, serta larangan di waktu haji dan umrah, dan denda (dam)-nya.
v  Siswa dapat membaca dan mengartikan dalil tentang haji dan umrah.
4.  Kriteria Ketuntasan Minimum : 73 (TUJUH PULUH TIGA)

C.  PILIHAN MEDIA
            Dalam proses pembelajaran strategi yang digunakan diusahakan keseimbangan antara peran siswa dan guru, namun lebih berpusat kepada siswa (pebelajar), pembelajar hanya sebagai fasilitator yang mengarahkan siswa untuk belajar dan memberikan penjelasan hal-hal baru dan meluruskan pemahaman siswa yang keliru.
            Materi pembelajaran ini sifatnya umum, namun siswa mesti juga dapat memahami dan mengetahuinya secara lebih mendalam. Oleh karena materi ini jarang dan siswa hanya mendengar informasi secara verbal saja, maka diperlukan media dan teknologi yang dapat memberikan gambaran visual yang dapat membawa siswa dalam gambaran suasana dan emosional yang lebih mendekati kondisi nyata dari peristiwa yang dipelajarinya. Apalagi materi ini belum tentu akan mereka lakukan secara nyata dan konkrit dengan suasana dan kondisi yang sebenarnya.
            Untuk lebih mendekati dan memudahkan para siswa, maka media dan teknologi yang digunakan dalam pembelajaran adalah media audio visual, melalui tayangan video atau power point yang dilengkapi tayangan video.

BAB  III
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Sekolah
:
SMP Negeri 1 Keritang
Mata Pelajaran
:
Pendidikan Agama Islam
Kelas   /Semester
:
IX/1
Standar Kompetensi
:
6. Memahami hukum Islam tentang Haji dan Umrah
Kompetensi Dasar
:
6.1. Menyebutkan pengertian dan ketentuan haji dan umrah
Alokasi Waktu          
:
2  X  40 menit ( 1 pertemuan)

Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari materi ini diharapkan : 
v  Siswa dapat menjelaskan pengertian, hukum, syarat-syarat, rukun, dan  wajib haji dan umrah, serta larangan di waktu haji dan umrah, dan denda (dam)-nya.
v  Siswa dapat membaca dan mengartikan dalil tentang haji dan umrah.

Materi Pembelajaran   
  • Pengertian haji dan umrah.
  • Dalil naqli tentang haji dan umrah.
  • Hukum melaksanakan ibadah haji dan umrah.
  • Syarat-syarat haji dan umrah.
  • Rukun haji dan umrah.
  • Wajib haji dan umrah.
  • Sunah haji dan umrah
  • Larangan bagi orang yang melaksanakan haji dan umrah.
  • Dam dalam haji dan umrah.
Metode Pembelajaran 
  • Ceramah
  • Tanya jawab
  • Diskusi dan Penugasan
Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan Pendahuluan
  • Apersepsi
  • Guru memotivasi siswa mengenai pentingnya mempelajari ketentuan haji dan umrah.
  • Siswa dibagi menjadi 5-6 kelompok
Kegiatan Inti
1). Eksplorasi
  • Siswa secara berkelompok mendengarkan dan memperhatikan video/power point tentang haji dan umrah
  • Disaat mendengarkan dan memperhatikan tayangan video/power point tersebut, siswa mencatat hal-hal yang penting
  • Setelah selesai penayangan video/power point, siswa dalam kelompoknya berdiskusi dan membuat resume tentang haji dan umrah

2). Elaborasi
  • Siswa secara berkelompok memaparkan resume kelompoknya masing-masing, kelompok lain dapat menanggapi dan bertanya.

3) Konfirmasi
  • Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa
  • Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan  dan penyimpulan

Kegiatan Penutup
¨      Guru bersama siswa melakukan refleksi dan kesimpulan tentang materi pembelajaran

Sumber Belajar           
·        Buku PAI Kelas IX  , Penerbit   Umum
·        Video/Power Point

Penilaian                     

Indikator Pencapaian Kompetensi
Teknik Penilaian
Bentuk Instrumen
Instrumen / Soal
¨       Menjelaskan pengertian haji dan umrah serta dasar hukumnya.
¨       Menjelaskan syarat-syarat haji dan umrah.
¨       Menjelaskan rukun dan wajib haji keduanya.


¨       Menjelaskan sunnah haji dan umrah.
¨       Menjelaskan larangan-larangan pada waktu melaksanakan ibadah haji dan umrah.
¨       Menunjukkan dalil naqli terkait dengan ibadah haji dan umrah.

¨       Menjelaskan hikmah dan fungsi ibadah haji dan umrah.
Tes tertulis

Tes uraian
¨       Jelaskan apa yang dimaksud dengan haji dan umrah!
¨       Apa hukum haji dan umrah !
¨       Sebutkan syarat-syarat haji dan umrah!
¨       Jelaskan rukun-rukun haji yang kalian ketahui!
¨       Jelaskan wajib-wajib haji dan umrah!
¨       Sebutkan beberapa sunnah haji dan umrah!
¨       Sebutkan dua macam larangan yang dilkukan pada waktu melaksanakan ibadah haji!

¨       Carilah dalil naqli baik dari ayat-ayat al-Quran maupun hadits terkait dengan ibadah haji dan umrah lalu tuliskan dalam buku kerja kalian!
¨       Cobalah kalian lakukan identifikasi tentang hikmah dan fungsi ibadah haji dan umrah terkait dengan perilaku kita sehari-hari!

                                                                                              Kotabaru,  21  Mei  2012
                                                                      Guru Mapel PAI




                                                                      FATHURRAHMAN, S. Ag                         
                                                                      NIP. 197412311998021004                           













Sabtu, 05 Mei 2012

Teknik-Teknik Pembelajaran Kooperatif


Tugas Mata Kuliah Pemkolin
TEKNIK-TEKNIK PEMBELAJARAN KOOPERATIF
(Anita Lie, 2007 : 55-71)

TEKNIK PEMBELAJARAN KOOPERATIF :
1.      MENCARI PASANGAN
Ø  Teknik belajar mencari pasangan adalah teknik belajar kelompok dengan cara siswa mencari pasangan yang mempunyai kartu yang cocok, sepadan dengan topik dari kartu yang dimilikinya.
Caranya :
·         Guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi konsep atau topic
·         Masing-masing siswa mendapat satu buah kartu
·         Setiap siswa mencari pasangan yang mempunyai kartu yang cocok dengan kartunya
·         Siswa juga bias bergabung dengan dua atau tiga siswa lain yang memegang kartu yang cocok.
Teknik ini bisa digunakan untuk semua mata pelajaran dan semua tingkatan usia peserta didik

2.      BERTUKAR PASANGAN
Ø  Teknik ini adalah teknik belajar kelompok dengan saling bertukar pasangan antar tiap kelompok pasangan.
Caranya :
·         Tiap siswa mendapatkan satu pasangan
·         Guru member tugas dan siswa mengerjakan tugas dengan pasangannya
·         Setelah selesai, tiap pasangan bergabung dengan satu pasangan lainnya
·         Kedua pasangan itu bertukar pasangan, dan masing-masing pasangan baru saling bertanya dan mengukuhkan jawaban mereka
·         Temuan baru yang didapat dari pertukaran pasangan dibagikan kepada pasangan awal.
Teknik ini bisa digunakan untuk semua mata pelajaran dan semua tingkatan usia peserta didik

3.      BERFIKIR – BERPASANGAN  - BEREMPAT
Ø  Teknik belajar ini adalah teknik belajar dengan membagi siswa dalam 4 orang dalam satu kelompok, dan dalam kelompok itu dibagi menjadi dua pasangan, setiap mereka punya tugas dan belajar bersama dalam kelompok.
Caranya :
·         Guru membagi siswa dalam kelompok berempat dan memberikan tugas kepada semua kelompok
·         Setiap siswa memikirkan dan mengerjakan tugasnya sendiri
·         Siswa berpasangan dengan satu rekan dalam kelompoknya dan berdiskusi dengannya
·         Kedua pasangan beretmu kembali dan membagikan hasil kerjanya kepada kelompoknya.
      Teknik ini memberi kesempatan siswa bekerja sendiri dan juga bekerjasama, serta memberi kesempatan dan  peluang siswa untuk dikenali dan berpartisipasi.

4.      BERKIRIM SALAM DAN SOAL
Ø  Teknik ini adalah teknik belajar dimana setiap siswa diberi kesempatan untuk membuat pertanyaan dan memperkirakan jawaban dari soal yang dibuat temannya.
Caranya :
·         Guru membagi siswa dalam kelompok berempat dan setiap kelompok bertugas untuk menuliskan pertanyaan untuk dikirim ke kelompok lain
·         Masing-masing kelompok mengirim utusan untuk menyampaikan salam dan soal dari kelompoknya
·         Setiap kelompok mengerjakan soal kiriman dari kelompok lainnya
·         Setelah selesai jawaban masing-masing kelompok dicocokkkan dengan jawaban kelompok yang membuat soal.
Teknik ini cocok untuk persiapan menjelang tes dan ujian, serta dapat digunakan untuk semua mata pelajaran dan semua tingkatan usia peserta didik.

5.      KEPALA BERNOMOR
Ø  Teknik belajar yang dikembangkan Kagan ini adalah teknik belajar kelompok yang setiap anggota kelompok diberi nomor, dan dengan nomor itulah ia dipanggil.
Caranya :
·         Siswa dibagi dalam kelompok, dan masing-masing mendapat nomor
·         Guru memberikan tugas kepada masing-masing kelompok untuk dikerjakan
·         Kelompok memastikan jawaban yang dianggap paling benar dan setiap anggota harus mengetahui jawabannya
·         Guru memanggil salah satu nomor, Siswa dengan nomor yang dipanggil melaporkan hasil kerja kelompoknya.

6.      KEPALA BERNOMOR TERSTRUKTUR
Ø  Teknik belajar Kepala bernomor terstruktur merupakan modifikasi teknik kepala bernomor.
Caranya :
·         Siswa dibagi dalam kelompok dan setiap kelompok mendapatkan nomor
·         Penugasan diberikan kepada setiap siswa berdasarkan nomornya
·         Jika perlu, guru juga bias mengadakan kerja sama antarkelompok. Siswa disuruh keluar dari kelompknya dan bergabung dengan siswa yang bernomor sama dari kelompok lain.

7.      DUA TINGGAL DUA TAMU
Ø  Teknik belajar Dua tinggal Dua tamu yang dikembangkan oleh Kagan ini adalah teknik belajar dengan kelompok kecil yang terdiri dari empat orang, dua diantaranya bertamu ke kelompok lain dan dua orang tinggal pada kelompoknya.
Caranya :
·         Siswa bekerja sama dalam kelompok berempat seperti biasa
·         Setelah selesai, dua orang dari masing-masing kelompok meninggalkan kelompoknya untuk bertamu ke dua kelompok lainnya
·         Dua orang yang tinggal dalam kelompok bertugas membagikan hasil kerja dan informasi kepada tamu mereka
·         Setelah selesai, tamu kembali ke kelompok asalnya dan melaporkan hasil temuan mereka dari kelompok lain
·         Kelompok mencocokkan dan membahas hasil kerja mereka
Teknik belajar ini member kesempatan kelompok untuk membagikan hasil dan informasi ke kelompok lainnya. Teknik ini juga dapat digunakan untuk semua mata pelajaran dan semua tingkat usia peserta didik.

8.      KELILING KELOMPOK
Ø  Teknik belajar keliling kelompok adalah teknik belajar yang memberikan kesempatan secara berkeliling kepada setiap anggota kelompok untuk memberikan kontribusi mereka dan mendengarkan pandangan dan pemikiran anggota yang lain
Caranya :
·         Salah seorang siswa dalam masing-masing kelompok memulai dengan memberikan pandangan dan pemikirannya mengenai tugas yang sedang mereka kerjakan
·         Siswa berikutnya juga ikut memberikan kontribusinya
·         Demikian seterusnya. Giliran bicara bias dilaksanakan menurut arah jarum jam atau dari kiri ke kanan.

9.      KANCING GEMERINCING
Ø  Teknik belajar yang dikembangkan Kagan ini adalah belajar kelompok dengan pemerataan kesempatan untuk berkontribusi dan mengemukakan pandangan yang sama sesuai jatah kancing yang dimilikinya.
Caranya :
·         Guru menyiapkan kotak kecil yang berisi kancing-kancing atau benda-benda kecil lainnya
·         Sebelum kelompok memulai tugasnya,  setiap siswa dalam masing-masing kelompok mendapatkan dua atau tiga kancing (bergantung sukar tidaknya masalah)
·         Setiap kali seorang siswa berbicara atau mengeluarkan pendapat, dia harus menyerahkan salah satu kancingnya dan meletakkannya di tengah-tengah
·         Jika kancing yang dimilikinya habis dia tidak boleh berbicara lagi sampai semua kancing rekannya juga habis
·         Jika semua kancing habis, sedangkan tugas belum selesai, kelompok boleh mengambil kesepakatan untuk membagi kancing lagi dan mengulangi prosedur semula
Teknik belajar ini memberikan kesempatan kepada setiap siswa untuk berperan serta, dan tidak ada yang dominan.

10.  KELILING KELAS
Ø  Teknik belajar keliling kelas adalah kegiatan belajar kelompok yang memberikan kesempatan kepada masing-masing kelompok untuk memajangkan hasil kerja mereka dan berkeliling kelas untuk melihat hasil kerja kelompok lainnya.
Caranya :
·         Siswa bekerja sama dalam kelompok seperti biasa
·         Setelah selesai, masing-masing kelompok memamerkan hasil kerja mereka. Hasil-hasil itu bisa dipajang dibeberapa bagian kelas jika berupa poster,atau gambar
·         Masing-masing kelompok berjalan keliling kelas dan mengamati hasil kerja kelompok lain.

11.  LINGKARAN KECIL LINGKARAN BESAR
Ø  Teknik belajar ini membagi kelompok dalam dua kelompok yaitu kelompok lingkaran dalam (kecil) dan satu kelompok membentuk lingkaran luar (besar).
Caranya :
·         Separuh kelas berdiri membentuk lingkaran kecil dan menghadap keluar
·         Separuh kelas lainnya berdiri membentuk lingkaran besar dan menghadap kedalam dan berpasangan dengan siswa dalam kelompok lingkaran dalam
·         Dua siswa yang berpasangan dari lingkaran kecil dan lingkaran besar berbagi informasi
·         Kemudian, siswa yang berada di lingkaran kecil diam di tempat, sedangkan yang berada di lingkungan besar bergeser dan mendapatkan pasangan baru untuk berbagi, demikian seterusnya

12.  TARI BAMBU
Ø  Teknik ini adalah modifikasi dari teknik Lingkaran kecil Lingkaran besar. Teknik ini diberi nama tari bambu, karena siswa berjajar dan saling berhadapan dengan model yang mirip seperti dua potong bambu yang digunakan dalam tari bambu filifina.
Caranya :
Tari bambu Individu
·         Separuh kelas berdiri berjajar. Jika ada cukup ruang, mereka bisa berjajar di depan kelas. Kemungkinan lain adalah siswa berjajar di sela-sela deretan bangku
·         Separuh kelas lainnya berjajar dan mengahadap jajaran yang pertama
·         Dua siswa yang berpasangan dari kedua jajaran berbagi informasi
·         Kemudian, satu atau dua siswa yang berdiri di ujung salah satu ujung pindah ke ujung lainnya di jajarannya, Jajaran ini kemudian bergeser. Dengan cara ini masing-masing siswa mendapatkan pasangan yang baru untuk berbagi, Pergeseran ini bisa dilakukan terus sesuai dengan kebutuhan.

Tari bambu kelompok
·         Satu kelompok berdiri di satu jajaran berhadapan dengan kelompok lain
·         Kelompok bergeser seperti prosedur Tari Bambu Individu yang dijelaskan di atas dan saling berbagi.

13.  JIGSAW
Ø  Teknik ini menggabungkan kegiatan membaca, menulis, mendengar dan berbicara. Dalam teknik ini guru memperhatikan skemata atau latar belakang pengalaman siswa dan membantu siswa mengaktifkan skemata ini agar bahan pelajaran lebih bermakna. Selain itu siswa bekerja dengan sesama siswa dalam suasana gotong royong dan mempunyai banyak kesempatan untuk mengolah informasi dan meningkatkan keterampilan berkomunikasi.
Caranya :
·         Pengajar membagi bahan pelajaran yang akan diberikan menjadi empat bagian
·         Sebelum, bahan pelajaran diberikan, pengajar memberikan pengenalan mengenai topik yang akan dibahas dalam bahan pelajaran. Pengajar bisa menuliskan topik di papan tulis dan menanyakan apa yang siswa ketahui mengenai topik tersebut. Kegiatan brainstorming ini dimaksud untuk mengaktifkan schemata siswa agar lebih siap mengahadapi bahan pelajaran yang baru
·         Siswa dibagi dalam kelompok berempat
·         Bagian pertama bahan diberikan kepada siswa yang pertama, sedangkan siswa yang kedua menerima bagian yang kedua, dan seterusnya
·         Kemudian siswa disuruh membaca/mengerjakan bagian mereka masing-masing
·         Setelah selesai, siswa saling berbagi mengenai bagian yang dikerjakan
·         Khusus untuk kegiatan membaca, kemudian guru membagikan bagian cerita yang belum terbaca kepada masing-masing siswa
·         Kegiatan ini bisa diakhiri dengan diskusi mengenai topik dalam bahan pelajaran hari itu. Diskusi bisa dilakukan antara pasangan atau dengan seluruh kelas.

14.  BERCERITA BERPASANGAN
Ø  Teknik ini seperti teknik jigsaw yang memperhatikan skemata siswa dan membangtu siswa untuk mengaktifkannya. Dalam kegiatan ini siswa dirangsang untuk mengembangkan kemampuan berfikir dan berimajinasi . Buah pemikiran mereka dihargai sehingga siswa terdorong untuk belajar.
Caranya :
·         Guru membagi bahan pelajaran yang akan diberikan menjadi dua bagian
·         Sebelum bahan pelajaran diberikan, guru memberikan pengenalan mengenai topik yang akan dibahas dalam bahan pelajaran hari itu dan melakukan kegiatan brainstorming.
·         Siswa dipasangkan
·         Bagian pertama bahan diberikan kepada siswa pertama, dan siswa kedua diberikan bahan kedua
·         Siswa disuruh membaca atau mendengarkan bagian mereka masing-masing
·         Sambil membaca/mendengarkan, siswa disuruh mencatat dan mendaftar beberapa kata/frasa kunci yang ada dalam bagian masing-masing
·         Setelah selesai membaca, siswa saling menukar daftar kata/frasa dengan pasangan masing-masing
·         Sambil mengingat-ingat/memperhatikan bagian yang telah dibaca/didengarkan sendiri, masing-masing siswa berusaha untuk mengarang bagian lain yang belum dibaca/didengarkan. Ssiswa yang telah membaca/mendengarkan bagian pertama berusaha menuliskan apa yang terjadi selanjutnya. Sementara siswa kedua menuliskan apa yang terjadi sebelumnya
·         Setelah selesai menulis, beberapa siswa bisa diberi kesempatan untuk membacakan hasil karangan mereka
·         Kemudian guru membagikan bagian cerita yang belum terbaca kepada masing-masing siswa
·         Kegiatan ini diakhiri dengan diskusi mengenai topik dalam pelajaran hari itu/ Diskusi bisa dilakukan antara pasangan  atau dengan seluruh kelas.


  

Jumat, 04 Mei 2012

TATAKRAMA DAN TATA TERTIB KEHIDUPAN SOSIAL SEKOLAH BAGI SISWA SMP NEGERI 1 KERITANG BAB I KETENTUAN UMUM 1. Tatakrama dan tata tertib sekolah ini dimaksudkan sebagai rambu-rambu bagi siswa dalam bersikap dan bertingkah laku, berucap, bertindak dan melaksanakan kegiatan sehari-hari di sekolah dalam rangka menciptakan iklim dan kultur sekolah yang dapat menunjang kegiatan pembelajaran yang efektif 2. Tatakrama dan tata tertib sekolah ini dibuat berdasarkan nilai-nilai yang dianut sekolah dan masyarakat sekitar, yang meliputi nilai ketaqwaan, sopan santun pergaulan, kedisiplinan dan ketertiban, kebersihan, kesehatan, kerapian, keamanan dan nilai-nilai yang mendukung kegiatan belajar yang efektif 3. Setiap siswa wajib melaksanakan ketentuan yang tercantum dalam tatakrama dan tata tertib ini secara konsekuen dan penuh kesadaran. Pasal 1 PAKAIAN SEKOLAH 1. Pakaian Seragam Siswa wajib mengenakan pakaian seragam sekolah dengan ketentuan sebagai berikut : a) Umum 1) Sopan dan rapi sesuai dengan ketentuan yang berlaku 2) Baju warna putih, bawahan biru dongker 3) Memakai badge OSIS, identitas sekolah dan identitas kelas 4) Topi sekolah sesuai ketentuan, ikat pinggang warna hitam dengan lebar 3 cm dan kepala tidak besar/menyolok 5) Pakaian tidak terbuat dari kain yang tipis dan tembus pandang, tidak ketat dan membentuk tubuh, serta memakai singlet warna putih 6) Tidak mengenakan perhiasan mencolok dan pakaian yang ditulis atau dicoret-coret 7) Saat belajar tidak diperkenankan memakai pakaian panghangat/jaket. 8) Baju, celana atau rok tidak disobek dan dijahit cutbrai atau tempelan yang bercorak atau mencolok. 9) Sepatu berwarna hitam dengan bahan dasar kain, Kaos kaki berwarna putih, panjang minmal 10 cm di atas mata kaki. b) Khusus Laki-laki 1) Baju lengan pendek dan dimasukkan ke dalam celana 2) Celana panjang, bawah tidak ketat dan terlalu longgar (maksimal 18 cm) 3) Celana dan baju tidak digulung c) Khusus Perempuan 1) Baju lengan panjang dan dimasukkan ke dalam rok, dan memakai jilbab putih 2) Rok panjang dengan lipatan keliling 3) Tidak memakai perhiasan atau aksesoris yang mencolok 4) Lengan baju tidak digulung. 2. Pakaian Pramuka, Batik, Busana Melayu dan Olah Raga a. Pakaian Pramuka, Batik, Busana Melayu dan Olah Raga disesuaikan dengan ketentuan sekolah b. Untuk pakain olah raga wajib juga dipakai pada saat mata pelajaran olah raga. Pasal 2 RAMBUT, KUKU, TATO, MAKE UP, TINDIK 1. Umum Siswa dilarang : 1) Berkuku panjang 2) Mengecat rambut dan kuku (kecuali inai) 3) Bertato 2. Khusus Siswa Laki-laki 1) Tidak berambut panjang atau bercukur gundul, dan tidak berkuncir 2) Tidak memakai kalung, gelang dan anting 3) Tidak ditindik 3. Khusus Perempuan Tidak memakai make up atau sejenisnya kecuali bedak tipis. Pasal 3 KEHADIRAN, MASUK DAN PULANG 1. Siswa wajib hadir di sekolah sebelun bel berbunyi 2. Siswa terlambat datang kurang dari 10 menit harus melapor kepada guru piket dan diizinkan masuk ke kelas 3. Siswa terlambat datang ke sekolah lebih dari 10 menit harus melapor kepada guru piket dan diberi sanksi dan atau tidak dibenarkan masuk kelas pada jam pelajaran pertama 4. Siswa yang karena sesuatu hal tidak bisa hadir ke sekolah seperti sakit, harus melapor atau minta izin ke sekolah melalui orang tua/wali siswa 5. Siswa yang tidak hadir karena sakit, lebih dari 3 (tiga) hari harus menyertakan surat keterangan dari dokter/tenaga medis 6. Siswa yang izin untuk keperluan mendesak, harus melapor kepada Wali Kelas untuk maksimal izin 3 hari, dan kepada Kepala Sekolah atau Wakil Kepala Sekolah untuk maksimal izin 5 hari 7. Selama pelajaran berlangsung dan pada pergantian jam pelajaran, siswa diharapkan tenang dan tetap berada di dalam kelas 8. Pada waktu istirahat, siswa tidak berada di dalam ruang kelas 9. Selama jam pembelajaran di sekolah, siswa tidak dibenarkan keluar dari lingkungan sekolah terkecuali atas izin guru dan dicatat dalam buku piket 10. Pada waktu pulang siswa diwajibkan langsung meninggalkan sekolah menuju rumah kecuali bagi yang mengikuti kegiatan ekstra kurikuler atau kegiatan sekolah lainnya 11. Pada waktu pulang siswa dilarang duduk-duduk (nongkrong) di tepi-tepi jalan atau tempat tertentu. Pasal 4 KEBERSIHAN, KEDISIPLINAN DAN KETERTIBAN 1. Setiap kelas dibentuk piket kelas yang secara bergantian bertugas menjaga kebersihan dan ketertiban kelas 2. Setiap tim piket kelas mempunyai tugas menyiapkan dan memelihara perlengkapan kelas yang terdiri dari : a) Penghapus papan tulis, penggaris b) Taplak meja dan pas bunga c) Sapu, pangki plastik dan tempat/tong sampah, dll 3. Tim Piket Kelas mempunyai tugas : a. Membersihkan lantai dan dinding serta merapikan bangku-bangku dan meja sebelum jam pelajaran pertama dimulai b. Mempersiapkan sarana dan prasarana pembelajaran di kelas, misalnya buku paket, membersihkan papan tulis, dll c. Melengkapi dan merapikan hiasan dinding kelas, seperti bagan struktur organisasi kelas, jadwal piket, papan absensi dan hiasan lainnya d. Memasang taplak meja guru dan hiasan bunga e. Menulis papan absent kelas f. Melaporkan kepada guru piket tentang tindakan-tindakan pelanggaran di kelas yang menyangkut kebersihan, dan ketertiban kelas, misalnya: coret-coret dinding, ribut atau merusak benda-benda yang ada di kelas 4. Setiap siswa membiasakan menjaga kebersihan ruangan kelas, toilet / WC, halaman sekolah, kebun dan lingkungan sekolah 5. Setiap siswa membiasakan membuang sampah pada tempat sampah 6. Setiap siswa membiasakan budaya antri dalam mengikuti berbagai kegiatan sekolah dan di luar sekolah yang berlangsung bersama-sama 7. Setiap siswa agar menjaga ketenangan belajar baik di dalam kelas, perpustakaan, laboratorium, maupun di tempat lain di lingkungan sekolah 8. Setiap siswa mentaati jadwal sekolah, seperti penggunaan dan peminjaman buku di perpustakaan, penggunaan laboratorium dan sumber belajar lainnya 9. Setiap siswa agar menyelesaikan tugas yang diberikan sekolah sesuai ketentuan yang ditetapkan Pasal 5 SOPAN SANTUN PERGAULAN Dalam pergaulan sehari-hari di sekolah, setiap siswa hendaknya : 1. Mengucapkan salam terhadap teman, kepala sekolah, guru dan pegawai sekolah apabila baru bertemu pada waktu pagi atau berpisah pada waktu siang hari (pulang) 2. Menghormati sesama siswa, menghargai perbedaan suku, agama dan status sosial yang dimiliki setiap siswa, baik di sekolah maupun di luar sekolah 3. Menghormati ide, pikiran dan pendapat, hak cipta orang lain, dan hak milik teman dan warga sekolah 4. Berani menyampaikan sesuatu yang salah adalah salah, dan menyatakan sesuatu yang benar adalah benar 5. Menyampaikan pendapat secara sopan tanpa menyinggung perasaan orang lain 6. Membiasakan diri mengucapkan terima kasih kalau memperoleh bantuan atau jasa dari orang lain 7. Berani mengakui kesalahan yang terlanjur telah dilakukan dan meminta maaf apabila merasa melanggar hak orang lain atau berbuat salah kepada orang lain 8. Menggunakan bahasa (kata) yang sopan dan beradab yang membedakan hubungan dengan orang lebih tua dan teman sejawat, dan tidak menggunakan kata-kata kotor dan kasar, cacian dan porno 9. Menjaga batas-batas dan norma agama dan adat istiadat dalam bergaul, terutama pergaulan antara laki-laki dan perempuan. Pasal 6 UPACARA BENDERA DAN PERINGATAN HARI-HARI BESAR 1. Setiap siswa wajib mengikuti upacara bendera setiap hari senin dengan berpakaian seragam yang telah ditetapkan sekolah 2. Setiap siswa agar berpartisipasi dan berperan aktif sebagai pelaksana dan peserta upacara 3. Setiap siswa wajib mengikuti upacara peringatan hari-hari besar nasional seperti Hari Kemerdekaan, dll, sesuai dengan ketentuan 4. Setiap siswa agar mengikuti acara peringatan hari-hari besar keagamaan seperti Maulid Nabi, dll Pasal 7 KEGIATAN KEAGAMAAN 1. Setiap siswa wajib melaksanakan ibadah sesuai dengan agama yang dianut 2. Setiap siswa diharuskan mengikuti kegiatan keagamaan yang diselenggara- kan di sekolah seperti kegiatan shalat zuhur berjamaah, belajar al Quran, dll, sesuai jadwal yang telah ditentukan Pasal 8 LARANGAN – LARANGAN Siswa dilarang melakukan hal-hal berikut : 1. Merokok, meminum minuman keras (memabukkan), mengedarkan dan mengkonsumsi narkotika, obat psikotrapika, obat terlarang lainnya dan berpacaran di lingkungan sekolah 2. Berkelahi baik perorangan maupun kelompok, di dalam sekolah maupun di luar sekolah 3. Membuang sampah tidak pada tempatnya 4. Mencoret dinding sekolah, meja, perabot dan peralatan sekolah lainnya, ataupun merusaknya 5. Berbicara kotor, mengumpat, menggunjing, menghina atau menyapa antar sesama siswa atau warga sekolah dengan kata sapaan atau panggilan yang tidak senonoh atau mengandung unsur SARA 6. Membawa, membaca, menonton, mengedarkan bacaan, gambar, sketsa, audio / video pornografi 7. Membawa barang yang tidak ada hubungannya dengan kepentingan kegiatan sekolah atau kegiatan pembelajaran, seperti Hand phone (HP), senjata tajam dan alat – alat yang membahayakan keselamatan orang lain, maupun alat musik tidak pada jam pelajaran seni 8. Membawa kartu/alat judi dan bermain judi 9. Mengambil milik orang lain tanpa izin (mencuri), memeras, dll 10. Memukul, menghina dan merendahkan martabat wibawa guru dan pegawai sekolah, serta melakukan perbuatan yang mencemarkan nama baik sekolah. Pasal 9 PENJELASAN TAMBAHAN 1. Rambut siswa laki-laki dinyatakan panjang apabila panjang rambut belakang melewati kerah baju, dan jika disisir kearah depan menutupi alis mata atau panjang arah samping atas dan belakang melebihi 3 cm 2. Yang dimaksud dengan kartu/alat judi adalah semua jenis alat permainan judi 3. Sepatu dinyatakan hitam apabila warna hitamnya lebih dominan 4. Pemanggilan orang tua siswa tidak dapat diwakilkan, kecuali oleh wali yang membiayai dan bertanggung jawab terhadap peserta didik BAB II PENGHARGAAN, PELANGGARAN DAN SANKSI 1. Siswa yang berprestasi di sekolah maupun di luar sekolah, di bidang akademik maupun non akademik, akan diberikan hadiah dan atau piagam penghargaan dari sekolah 2. Siswa yang melakukan pelanggaran terhadap ketentuan yang tercantum dalam tatakrama dan tata tertib kehidupan sosial sekolah dikenakan sanksi sebagai berikut: 1. Teguran 2. Penugasan atau denda yang mendidik 3. Pemanggilan Orang tua/wali 4. Skorsing 5. Dikembalikan kepada Orang tua/wali (Dikeluarkan dari sekolah) Tabel PELANGGARAN DAN SANKSI PELANGGARAN SANKSI 1. Terlambat datang ke sekolah a. < 10 menit b. > 10 menit c. > 10 menit lebih dari 3 kali 1. a. Dicatat oleh piket dan masuk kelas atau diberi tugas b. Diberi tugas oleh piket selama jam pelajaran pertama berlangsung c. Dipulangkan dan diberi denda atau dipanggil orang tua/wali 2. Tidak membawa buku pelajaran pada jam pelajaran yang bersangkutan 2. Belajar pelajaran yang bersangkutan di perpustakaan atau penugasan lainnya yang mendidik 3. Siswa berada di kelas pada jam istirahat 3. Ditegur dan diperingatkan, bila mengulang diberi tugas atau denda 4. Keluar kelas pada waktu pergantian jam atau setelah istirahat tidak masuk ke kelas 4. Ditegur dan diingatkan oleh guru yang mengajar pada saat itu atau diberi denda/tugas 5. Membuang sampah sembarangan / tidak pada tempat sampah 5. Disuruh pungut oleh guru yang melihat dan atau dikenakan denda 6. Petugas piket tidak mengerjakan tugasnya 6. Diberi tugas oleh wali kelas 7. Keluar dari lingkungan sekolah pada saat jam belajar/istirahat tanpa izin dari piket 7. Ditegur dan langsung dipulangkan dan dalam kondisi tertentu dipanggil orang tua/wali 8. Membolos pada jam belajar 8. Diberi tugas oleh piket, bila mengulang dipanggil orang tua/wali 9. Tidak hadir tanpa keterangan : a. ≤ 3 hari b. = 7 hari c. > 7 hari 9. Diberi sanksi : a. Ditegur dan dikenai denda b. Pemanggilan orang tua dan dikenai sanksi c. Pemanggilan orang tua dan diberi sanksi khusus atau dikembalikan kepada orang tua 10. Tidak memakai atribut dan seragam sekolah a. Badge atau atribut kelas dan sekolah b. Topi sekolah (saat upacara) c. Topi bukan topi sekolah d. Ikat pinggang tidak hitam atau kepalanya melebihi ketentuan e. Kaos kaki tidak putih f. Pakaian seragam dicoret g. Pakaian seragam dirobek/dijahit tidak sesuai dengan ketentuan h. Memakai sandal atau memakai sepatu tidak berwarna hitam 10. a. Ditegur dan dicatat di buku piket b. Disuruh memakai atau di beri tugas atau denda Point c s/d h : - Barang-barang tersebut diambil dan tidak dikembalikan 11. Memakai assesoris lainnya : a. Gelang, kalung, anting bagi siswa putra b. Memakai kaos oblong/bukan singlet 11. Point a s/d b : - Barang tersebut diambil dan tidak dikembalikan 12. Membawa barang-barang : a. Kaset, VCD/DVD b. Gitar (tanpa rekomendasi dari guru terkait) c. Hand Phone 12. Point a s/d b : - Diambil dan dikembalikan melalui orang tua c. Diambil, didenda dan dikembalikan melalui orang tua 13. Membawa atau menyimpan atau menggunakan atau menghisap atau meminum : a. Rokok b. Minuman beralkohol c. Obat-obatan terlarang d. Buku/gambar porno e. Alat-alat yang tidak berkaitan dengan kegiatan belajar seperti senjata tajam, dll 13. Butir a s/d e : - Barang-barang tersebut disita dan tidak dikembalikan - Memanggil orang tua yang bersangkutan - Skorsing - Dikeluarkan dari sekolah - Pada kondisi tertentu dapat diserahkan kepada pihak berwajib 14. Rambut, kuku dan tato a Rambut gondrong/potongan tidak rapi b. Rambut dicat/disemir c. Kuku panjang atau dicat d. Anggota badan ditato 14. a. Langsung dipotong/dirapikan b. Disuruh menghitamkan atau langsung dipotong c. Langsung dipotong dan dihapus d. Diupayakan dihapus 15. Berjudi (Di dalam maupun di luar lingkungan sekolah) 15. Dipanggil orang tua bersangkutan dan dikenakan sanksi yang diputuskan oleh dewan guru 16. Mencuri, Memeras 16. Mengembalikan atau mengganti barang yang dicuri/diperas serta diperingatkan. Apabila mengulang kembali dipanggil orang tua dan atau dikeluarkan dari sekolah 17. Merusak barang orang lain atau fasilitas sekolah 17. - Mengganti barang yang dirusak - Pemanggilan orang tua 18. Berkelahi di dalam maupun di luar lingkungan sekolah 18. - Kedua belah pihak dihukum, yang memulai mendapat hukuman lebih berat - Pemanggilan orang tua dan sanksi khusus yang ditentukan dewan guru 19. Berbuat keonaran atau melakukan tindakan asusila yang mencemarkan nama baik sekolah baik di dalam maupun di luar lingkungan sekolah 19. - Pemanggilan orang tua - Dikeluarkan dari sekolah 20. Berbicara kotor, mengumpat, menghina atau menyapa antar sesama siswa atau warga sekolah dengan kata sapaan/panggilan yang tidak senonoh atau mengandung SARA 20. Diberi teguran dan peringatan, dan dalam keadaan tertentu dapat dikenakan sanksi yang lebih berat 21. Memukul, menghina dan merendahkan martabat wibawa guru dan pegawai sekolah 21. Dipanggil orang tua bersangkutan dan dikenakan sanksi yang diputuskan oleh dewan guru BAB III LAIN – LAIN 1. Tatakrama dan tata tertib kehidupan sosial sekolah ini mengikat seluruh siswa 2. Tatakrama dan tata tertib ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan 3. Hal – hal lain yang tidak tercantum dalam tatakrama dan tata tertib ini, akan diputuskan lebih lanjut melalui rapat dewan guru